Jakarta (KABARIN) - Alih-alih pesta kemenangan di awal tahun, Manchester City justru harus menerima hasil hambar saat bertandang ke markas Sunderland. Laga pekan ke-19 Liga Inggris 2025/26 yang berlangsung di Stadium of Light, Jumat dini hari WIB, berakhir tanpa gol.
Sepanjang pertandingan, City tampil dominan dan terus menekan. Namun, solidnya pertahanan Sunderland membuat pasukan Pep Guardiola frustrasi. Setiap peluang yang tercipta seolah selalu kandas sebelum benar-benar mengancam gawang tuan rumah.
Hasil imbang ini membuat City hanya menambah satu poin dan tetap bertahan di posisi kedua klasemen sementara dengan 41 poin, tertinggal empat angka dari Arsenal di puncak. Sementara Sunderland justru kian percaya diri di papan tengah, duduk di peringkat ketujuh dengan 29 poin.
City sebenarnya sempat membuat publik tuan rumah terdiam di menit ke-6 ketika Bernardo Silva menjebol gawang Sunderland. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena offside. Sejak saat itu, pertandingan berjalan intens dengan jual beli serangan.
Sunderland beberapa kali memberi kejutan lewat serangan balik cepat. Brobbey, Mayenda, hingga Trai Hume sempat merepotkan lini belakang City, meski belum berbuah gol. Di sisi lain, peluang emas City melalui Erling Haaland, Savinho, dan Phil Foden berulang kali dimentahkan oleh penampilan gemilang kiper Sunderland, Robin Roefs.
Memasuki babak kedua, City menaikkan tempo permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Sunderland bertahan dengan disiplin tinggi dan sesekali mengancam lewat serangan balik berbahaya.
Drama hampir terjadi di menit-menit akhir ketika Wilson Isidor lolos dari kawalan bek City dan melepaskan tembakan. Namun, bola hanya mengenai sisi luar gawang dan gagal mengubah papan skor.
Peluit panjang pun dibunyikan. Skor 0-0 menutup laga yang penuh intensitas namun minim gol. Bagi City, hasil ini menjadi peringatan bahwa persaingan di Liga Inggris tetap ketat, bahkan melawan tim yang tampil tanpa banyak sorotan.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026